Tampilkan postingan dengan label Jumpa Dokter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jumpa Dokter. Tampilkan semua postingan

Kamis, April 24, 2008

Maaf Dokter Danang, Saya Coba Tak Minum Obat

Hmm...atas pertimbangan kakak ipar (Kisaran, Sumut), juga telah direstui istri dan Mak (Pekanbaru)-- meetingnya via telepon dan sms-- akhirnya saya mulai hari ini tak minum obat lagi yang diresepkan dokter Danang Legowo. Alasannya, kan gula darah saya sudah turun, tensi juga tak terlalu tinggi.

Peserta rapat malam itu, heran, kok jumlah obat glumin yang harus saya minum, justru lebih banyak satu tablet saat diminum 7 april hingga 22 april. Padahal, saat diperiksa labor 22 April, gula darah puasa saya telah 116 mg/dl, dibanding sebelumnya 155 mg/dl. Lalu, mengapa justru captopril yang sebelumnya 3 tablet diminum sehari, malah jadi 2. Apa tidak terbalik?

Tapi kesimpulan utama rapat, bagaimana saya mencoba tidak tergantung obat. Tapi, harus benar-benar jalankan diet selama ini, makan nasi hanya 100 gram per hari. Lalu giat olahraga, tenis meja tiap sore.

Hmm...saya akan coba ya...

Rabu, April 23, 2008

Glukosa Turun, Tapi Tetap Dikasih Obat yang Sama?

Akhirnya hari ini, bisa berkonsultasi dengan dokter Danang dan menyerahkan hasil labor. Ternyata meski glukosa puasa saya 116 mg/dl, jauh dibanding saat periksa 7 April 155 mg/dl, saya harus juga konsumsi obat. Sama lagi, captopril dan glumin.

''Ya udah ambil aja. Captopril untuk tensi. Kalau 140 masih tinggi itu,'' ujar Kak Irma. Dia kakak ipar saya. Dia asisten apoteker. Jadi sangat tahu fungsi obat-obatan.

Saya pun berkonsultasi juga sama Mak di Pekanbaru. Kata beliau, ambil sajalah sekali ini. Istri saya juga begitu. Ya sudah akhirnya saya tebus tuh obat. Hmm....malah lebih banyak. Yang glumin 9 papan, yang captopril 6. Mungkin karena disiapkan untuk satu bulan ya?

Berat badan saya turun dari 96 kg, jadi 94, dalam waktu dari pemeriksaan 7 April hingga tadi 23 April. Dokter Danang pun minta saya tetap pertahankan cara makan saya yang hanya makan nasi 100 gram per hari, sekarang, tidak lagi tiap kali makan, 100 gram. Dia juga setuju saya terus bermain tenis meja.

Selasa, April 22, 2008

Alhamdulillah, Kadar Glukosa Saya Turun

(postingan ini dari blog utama saya; ade-syahlan.blogspot.com

Tak terkira gembira, setelah mengambil hasil labor tadi siang pukul 13.30 WIB. Ternyata kadar glukosa puasa saya sudah 116 mg/dl, hampir mendekati angka paling ideal 110 mg/dl. Beda jauh saat 7 April lalu yang mencapai 155 mg/dl. Tapi aneh juga, mengapa dokter Danang, tak minta periksa glukosa setelah makan dua jam ya?

Saya tak bisa bertanya pada dokter Danang. Ternyata, sesudah dapat hasil labor tadi, dan saya bolak-balik cari fotokopi di RSBK, dan baru melapor lagi ke pendaftaran, ternyata jadwal dokter Danang sudah habis. Dan besok saya dijadwalkan berjumpa dengan dia lagi. Hmm...nomor antrian tiga pula.

Tapi tak apa. Saya kabari hasil labor kepada istri dan ibu. Mereka mengucap syukur, alhamdulillah. Berarti juga tak sia-sia diet saya, makan nasi 100 gram setiap kali makan. Bahkan, sudah seminggu pula tidak makan nasi saat malam.

Lebih oke lagi. Ternyata kadar kolesterol saya 193 mg/dl. Sedangkan angka bagusnya untuk orang Indonesia, 200 mg/dl. Tapi angka lainnya Direct HLDC 30 mg/dl dan LDL 132 mg/dl, saya belum mengerti. Ini sambil postingan, lagi search juga ke mbah google.

Mau tahu saya berdiet sehingga berhasil mengurangi glukosa darah, silakan baca blog saya diabetesku.blogspot.com

Darah Diambil, Nunggu Hasil Labor Lagi Nih

(Sumber dari blog utama saya: ade-syahlan.blogspot.com)

Periksa labor yang kedua, saya lakoni pagi ini. Persiapannya lengkap, jam 7.30 keluar rumah, singgah dulu beli lontong pecel di Tiban Mcdermott. Lalu baru tancap gas ke RSBK. Jam 8.12 sudah diambil darah oleh perawat yang sama tanggal 7 April lalu. ''Bapak udah boleh makan sekarang. Nanti jam 11 hasilnya sudah bisa diambil.''

Hmm...saya pikir, saya lupa, saya pikir bisa langsung ketemu dokter Danang. Tes darahnya, kan perlu waktu juga ya. Tapi syukurlah, tak ada lagi pemeriksaan darah sesudah dua jam makan. Berarti, saya bisa konsultasi dengan dokter Danang setelah saya dapatkan hasil labor, yang mau saya ambil sesudah makan siang saja nanti.

Dalam perjalanan ke kantor. Dua teguk air mineral Aqua, telah membuka puasa yang saya lakukan sejak pukul 21.30 WIB malam tadi. Dan sambil postingan ini, saya menikmati lontong pecel. Saya kira, ini masih sesuai standar, karbohidrat 100 gram, dan ada tempe tahu dan sayurnya lagi. He..he..he...

Mau menikmati gaya hidup saya setelah dicalonkan jadi penderita diabetes? Klik saja diabetesku.blogspot.com